kita lupa sesuatu
disini dalam sebungkus imaji
dan lahirlah apa yang kubaca ini
kita lupa sesuatu
disana dalam sekerat emosi
dan ialah kau kusayangi
mungkin kita ingat sesuatu
disini dalam sebungkus imaji
dan kita mengenal benci
atau memaknai
sebuah senyum dipinggir, sebagai olokan
mungin kita ingat sesuatu
disana dalam sekerat emosi
kita telah membunuh dan mati
sampai semua mengakui
adalah kita manusia saling membunuh
mungkin suatu saat kita akan lupa atau ingat
bahwa nafas kehidupan tak berhenti
hingga panggilan Ilahi
menyeret ruh kita keleher,....hingga MATI
Wednesday, December 13, 2006
kita dulu hidup dengan keluguan kita masing-masing, setelah banyak dunia yang kita masuki, kita ternyata menemukan diri kita sendiri dalam keadaan tercabik-cabik, dan keluguan itu telah berubah menjadi sesuatu yang menakutkan, dan bahkan yang tak pernah kita bayangkan.
mengapa harus moralitas, mengapakah kita mencoba berlindung dalam moralitas dan mengebiri diri kita sendiri dalam baju moral yang mungkin sekarang tak terpakai lagi oleh kita? dan tersusun berantakan dalam lemari masa lalu.
lalu ketika semua kritik diri telah kita anggap sebagai lelucon belaka, maka moralitas sesungguhnya hanya kita punyai dalam sedikit konteks.
dulu kita mungkin pernah menjadi seorang yang benar-benar menjaga indoktrinasi dalam diri kita dan kita kunci rapat-rapat dalam kebanggaan sebagai orang yang memiliki moral.
tetapi seiring berkembangnya jaman yang notabene telah membukakan ruang yang seluas-luasnya bagi amoralitas untuk masuk, lalu apakah yang ingin kita tutupi dengan hanya sebuah daun pintu, sementara disekelilingnya ruang luas selebar-lebarnya?
memang ini adalah soal nilai yang bergeser, antara dulu pacaran yang dilarang dan sekarang ngapel tiap malam minggu mengajak anak orang malah diizinkan.
semua sistem nilai mulai longgar dan bukan cara yang tepat jika kita mengencangkannya lagi, justru akan kebablasan
lalu apakah yang dapat kita lakukan sekarang dengan keadan yang telah begini?
apakah mungkin karena telah banyaknya indoktrinasi nilai, konsepsi tentang baik buruk justru semakin membuat semua tatanan ini menjadi rusak berat.
bukankah akan lebih baik jika semua ini dikembalikan pada titik nol, dimana semua ini seperti apa adanya, semuanya kembali ke millenium purba
mengapa harus moralitas, mengapakah kita mencoba berlindung dalam moralitas dan mengebiri diri kita sendiri dalam baju moral yang mungkin sekarang tak terpakai lagi oleh kita? dan tersusun berantakan dalam lemari masa lalu.
lalu ketika semua kritik diri telah kita anggap sebagai lelucon belaka, maka moralitas sesungguhnya hanya kita punyai dalam sedikit konteks.
dulu kita mungkin pernah menjadi seorang yang benar-benar menjaga indoktrinasi dalam diri kita dan kita kunci rapat-rapat dalam kebanggaan sebagai orang yang memiliki moral.
tetapi seiring berkembangnya jaman yang notabene telah membukakan ruang yang seluas-luasnya bagi amoralitas untuk masuk, lalu apakah yang ingin kita tutupi dengan hanya sebuah daun pintu, sementara disekelilingnya ruang luas selebar-lebarnya?
memang ini adalah soal nilai yang bergeser, antara dulu pacaran yang dilarang dan sekarang ngapel tiap malam minggu mengajak anak orang malah diizinkan.
semua sistem nilai mulai longgar dan bukan cara yang tepat jika kita mengencangkannya lagi, justru akan kebablasan
lalu apakah yang dapat kita lakukan sekarang dengan keadan yang telah begini?
apakah mungkin karena telah banyaknya indoktrinasi nilai, konsepsi tentang baik buruk justru semakin membuat semua tatanan ini menjadi rusak berat.
bukankah akan lebih baik jika semua ini dikembalikan pada titik nol, dimana semua ini seperti apa adanya, semuanya kembali ke millenium purba
Saturday, November 04, 2006
kita telah banyak melewati semua kenangan yang mungkin bagi sebagian orang belum dikecapnya, tetapi ini bukan sesuatu yang sifatnya prematur tetapi ini lebih pada sebuah peletakan kepercayaan, bukankah dalam sebuah hubungan yang terpenting adalah soal, kepercayaan. secara jujur mungkin kita sama-sama mengakui bahwa kita mempunyai beban yang mungkin secara psikologis maupun fisik akan menjadi pemicu dalam terjadinya konflik atau bahkan keretakan dalam hubungan kita tetapi mungkin titik dinamisasinya terletak disitu, entahlah kita juga tak memiliki kekuatan untuk mengetahui kuasa Tuhan akan hari esok tetapi kita selalu punya harapan akan hari esok. kita pun tak bisa berkata mengapa kita telah dipertemukan, apakah dalam akhir yang begitu indah atau sebaliknya. karena hidup ini hanyalah pelarian dari satu skenario ke skenario lain mungkin setelah bertemunya kita kita telah atau akan masuk ke skenario yang lain. dan misalkan ini adalah bukan yang terindah, kita masing-masing akan mendapatkan apa yang terindah, selama kita masih memiliki anugerah terbesar yaitu kehidupan. dan selama itu kita masih punya waktu untuk mengejar dan mendapatkan yang terindah itu, semoga kita dapat menjadi lebih dewasa
Sunday, July 23, 2006
what people want to learn about? the living after death? many stars in sky? about woman's love? we never found the answer, until we keep finding the answer, just like eating the airs.
its no pesimistic in my state? I just try to warn myself to keep doing something that may be more useful than those things. I like punish myself
its no pesimistic in my state? I just try to warn myself to keep doing something that may be more useful than those things. I like punish myself
Tuesday, July 04, 2006
apakah yang sebenarnya kita simpan dalam diri kita selain kepercayaan, kejujuran, atau mungkin pula kebohongan, kita...... memiliki kebohongan sendiri, dalam diri kita masing-masing yang dikunci rapat-rapat.
suatu saat ditelaga, ditengah jerami atau didalam sangkar, akan kita temukan kunci, kunci atas kebohongan seseorang, yang tak pernah kita tahu kunci itu milik siapa? sebuah kebohongan, kebenaran yang teringkari
apakah yang kau rasakan bila suatu hari kau mendapati seseorang sedang mengunci rapat mulutmu, dan kedua tanganmu diikat dijeruji, dan badanmu diikatkan dengan sebilah papan agar supaya kaku dan keras. tak ada yang dapat kau perbuat selain melihat penyiksaan terhadap dirimu itu terjadi, apakah yang kau rasakan akan sama halnya dengan ketka kau melihat kekasihmu tercinta ternyata sedang bersama dengan yang lain ?
apakah ini sebuah kebohongan??? itulah kebenaran yang teringkari tak akan pernah terjadi, kebenaran pahit. dan kita menyimpannya? kita bungkus dengan label kebohongan?
kebenaran memang kesesuaian antara ide dan realitas? tak pernah memang terpikirkan bahwa kekasih kita akan berselingkuh tetapi dalam realitas, kenyataan, itu memang terjadi dan tak terelakkan, namun apakah itu sebuah kebenaran? yah itulah kebenaran, hanya saja banyak yang belum terpikirkan oleh kita hingga sekarang namun sebenarnya realitasnya telah ada? kita masih menyimpannya sebagai kebohongan, kekasih kita berselingkuh awalnya itu adalah kebohongan menurut kita karena sesuatu yang membuat kita buta dan tak dapat melihat relaitas yang terjadi, tetapi setelah dengan kedua bola mata ini kita menyaksikan perselingkuhan itu, semua kini adalah bukan kebohongan lagi? ia sebenarnya adalah kebenaran yang teringkari, kebenaran pahit yang tak sudi untuk kita hisap.
kita pasti memiliki kebohongan kita masing-masing dan kita tak pernah berani untuk membuka kunci kotak teka-tekinya, disitulah,..... dan suatu hari kita mmbukanya dan mungkin saja kita akan menemukan diri kita sendiri dalam kebohongan itu, benar-benar telanjang dan polos....................................................... topeng yang tak pernah bisa ditebak............
suatu saat ditelaga, ditengah jerami atau didalam sangkar, akan kita temukan kunci, kunci atas kebohongan seseorang, yang tak pernah kita tahu kunci itu milik siapa? sebuah kebohongan, kebenaran yang teringkari
apakah yang kau rasakan bila suatu hari kau mendapati seseorang sedang mengunci rapat mulutmu, dan kedua tanganmu diikat dijeruji, dan badanmu diikatkan dengan sebilah papan agar supaya kaku dan keras. tak ada yang dapat kau perbuat selain melihat penyiksaan terhadap dirimu itu terjadi, apakah yang kau rasakan akan sama halnya dengan ketka kau melihat kekasihmu tercinta ternyata sedang bersama dengan yang lain ?
apakah ini sebuah kebohongan??? itulah kebenaran yang teringkari tak akan pernah terjadi, kebenaran pahit. dan kita menyimpannya? kita bungkus dengan label kebohongan?
kebenaran memang kesesuaian antara ide dan realitas? tak pernah memang terpikirkan bahwa kekasih kita akan berselingkuh tetapi dalam realitas, kenyataan, itu memang terjadi dan tak terelakkan, namun apakah itu sebuah kebenaran? yah itulah kebenaran, hanya saja banyak yang belum terpikirkan oleh kita hingga sekarang namun sebenarnya realitasnya telah ada? kita masih menyimpannya sebagai kebohongan, kekasih kita berselingkuh awalnya itu adalah kebohongan menurut kita karena sesuatu yang membuat kita buta dan tak dapat melihat relaitas yang terjadi, tetapi setelah dengan kedua bola mata ini kita menyaksikan perselingkuhan itu, semua kini adalah bukan kebohongan lagi? ia sebenarnya adalah kebenaran yang teringkari, kebenaran pahit yang tak sudi untuk kita hisap.
kita pasti memiliki kebohongan kita masing-masing dan kita tak pernah berani untuk membuka kunci kotak teka-tekinya, disitulah,..... dan suatu hari kita mmbukanya dan mungkin saja kita akan menemukan diri kita sendiri dalam kebohongan itu, benar-benar telanjang dan polos....................................................... topeng yang tak pernah bisa ditebak............
Tuesday, May 30, 2006
hari ini aku baru bangun dari kesadaran akan realitasku sekarang, realitas dimana ternyata selama kepergianku telah banyak tanggung jawab yang belum kutuntaskan, aku pergi cuma sebentar itupun bukan atas kehendakku, tapi memang karena aku sedang sakit, tapi memang sekarang tak ada yang bisa menjadi alasan, walaupun bukan maksudku mencari-cari alasan.
tubuhku memang mungkin tidak terlalu kuat untuk menahan hal-hal yang merusak, masuk kedalam tubuhku dan mulai mengerogoti segala yang kupunya, termasuk bahkan semangat. hari ini pun aku masih merasakan sedikit kesakitan. aku tidak menginginkan malaikat kecilku untuk menghabiskan waktunya percuma untuk menemaniku, padahal masih banyak yang sebenarnya sangat mendesak untuk ia selesaikan, aku memang cuman bisa menjadi beban, ah sudahlah........... aku juga tidak senang memikirkannya,...
perutku masih nyut-nyutan, entah apa yang diinginkan, ia telah banyak menyita segala perhatianku untuk kehidupan sehari-hari yang kujalani,.... padahal perut hadir hanyalah agar kita dapat menikmati rasanya kenyang, karena tidak pas rasanya seorang manusia tanpa rasa kenyang,...lapar,...dan seperti sekarang,..nyut-nyutan,....
entahlah malaikat kecilku, aku sendiri tak paham apa yang sebenarnya sedang terjadi pada diriku ini, aku juga tak mau membebanimu lebih.
dan jendela kamarku masih terbuka, sehingga angin dan nyamuk berseliweran masuk, tanganku hanya menggapai-gapai, tak mampu beranjak untuk menutupnya, perutku makin sakit, aku hanya bisa merayunya dengan tanganku untuk berhenti menyiksaku,.....
tapi aku lupa,
ia hanya perut, dan ia seperti juga orang-orang yang menagih tanggung jawabku, ini itu,
tak mau mendengar alasan dan keluhan,tak terayu
dan bagiku memang kenyang itu menyiksa,...............
tubuhku memang mungkin tidak terlalu kuat untuk menahan hal-hal yang merusak, masuk kedalam tubuhku dan mulai mengerogoti segala yang kupunya, termasuk bahkan semangat. hari ini pun aku masih merasakan sedikit kesakitan. aku tidak menginginkan malaikat kecilku untuk menghabiskan waktunya percuma untuk menemaniku, padahal masih banyak yang sebenarnya sangat mendesak untuk ia selesaikan, aku memang cuman bisa menjadi beban, ah sudahlah........... aku juga tidak senang memikirkannya,...
perutku masih nyut-nyutan, entah apa yang diinginkan, ia telah banyak menyita segala perhatianku untuk kehidupan sehari-hari yang kujalani,.... padahal perut hadir hanyalah agar kita dapat menikmati rasanya kenyang, karena tidak pas rasanya seorang manusia tanpa rasa kenyang,...lapar,...dan seperti sekarang,..nyut-nyutan,....
entahlah malaikat kecilku, aku sendiri tak paham apa yang sebenarnya sedang terjadi pada diriku ini, aku juga tak mau membebanimu lebih.
dan jendela kamarku masih terbuka, sehingga angin dan nyamuk berseliweran masuk, tanganku hanya menggapai-gapai, tak mampu beranjak untuk menutupnya, perutku makin sakit, aku hanya bisa merayunya dengan tanganku untuk berhenti menyiksaku,.....
tapi aku lupa,
ia hanya perut, dan ia seperti juga orang-orang yang menagih tanggung jawabku, ini itu,
tak mau mendengar alasan dan keluhan,tak terayu
dan bagiku memang kenyang itu menyiksa,...............
Wednesday, May 24, 2006
kemarin kawan malaikat kecilku, sedang berkabung, apakah yang menjadi titik persoalannya???? aku juga tak tahu dan tidak mencoba untuk sok tahu???, tetapi kawanku yang menjadi pacarnya juga tak mengerti arti air mata???, bukankah semua ini hanyalah soal terputusnya kejujuran??, apakah kawanku yang bernama "ade" juga pernah jujur untuk mengatakan bahwa ia juga punya yang "lain", lalu apakah ketika "desi" juga punya yang lain maka itu akan dikatakan sebuah pengkhianatan lalu siapakah yang juga mengkhianati dan terkhianati, bukankah kita hanya bermain dengan kepalsuan, sungguh sangat tak disadari?apakah arti sebuah ego ?, apakah ego juga dapat melunturkan kejujuran,...??? ego karena terkhianati, walaupun sebenarnya tak jelas pula siapa yang terkhianati?, saya tak pernah berpikir bahwa ini semua hanyalah ajang saling balas-membalas, lalu apakah sebuah eksistensi itu sangat penting untuk diaktualkan lewat bentuk penindasan???, lewat kemarahan yang dianggap mengaktualkan peran "lelaki berprinsip", lelaki tangguh, tidak tergoyahkan dsb. apakah pentingnya sebuah eksistensi?, orang-orang yang sangat memerlukan eksistensinya untuk diketahui oleh orang lain hanyalah orang-orang yang memang krisis eksistensi?, dia butuh diketahui oleh orang lain tentang kehebatannya,"aku telah membuat si anu menangis, lihatlah aku menang???,"apakah itu yang diinginkan oleh seorang "ade", seorang sosok kader? yang juga kurang paham akan eksistensinya?, ke-ada-annya bukankah sebagai seorang pacar? bukan penindas moral?, satuhal yang kutahu bahwa dalam sebuah strata sosial yang dilingkupi oleh bersatunya dua kelompok, dalam hal ini, aku, ade, ale, dan kelompok desi, iin, reni, naya, jumi, dsb? semuanya saling berkorelasi, aku dan iin, desi dan ade??, ketika konflik menyerang desi dan ade maka apakah saya yang teman ade juga harus terlibat? sedangkan desi adalah teman pacarku, iin, lalu kemanakah aku harus berpihak? pada kebenaran? sedangkan kebenaran sekarang adalah dua sisi mata uang, adalah buah simalakama?, atau haruskah saya egois dan melupakan bahwa tak pernah terjadi sesuatu? haruskah seperti itu? seakan-akan tak bernurani?,
dan sorenya ade berbicara padaku
"bagaimana hubunganmu dengan iin?,lev????"
"seperti biasa, tak ada yang semakin membaik dan tak ada yang memburuk"
"apa yang kau ceritakan bersama desi"
"tak ada hanya soal kemerdekaan"
"bagaimana kalo kita putus dua-duanya, maksudnya kamu juga dengan iin"
"tak ada alasan yang jelas ade, justru itu blunder, karena ketika ada momen kita mengambil sebuah keputusan?"
dalam pikiranku, ade menginginkan konfliknya adalah juga konflikku, sayangnya aku juga melihat kebenaran, bahwa malaikat kecilku adalah soal lain?, kami tak pernah memutuskan sebuah konsensus bahwa ada hal yang seperti dipikirkan olehmu ade? ini soal kedewasaan, bukan soal kekanakan?, apakah wajar karena kalian berkonflik lalu aku dan malaikat kecilku harus juga berkonflik agar dikatakan setia kawan, apakah kalau kau mati kawan, aku juga harus mati?, apakah kemerdekaanmu adalah milikku? ataukah kemerdekaanku adalah milikmu? kita merdeka atas diri kita masing-masing dan kemerdekaanku adalah aku memilih MALAIKAT KECILKU
dan sorenya ade berbicara padaku
"bagaimana hubunganmu dengan iin?,lev????"
"seperti biasa, tak ada yang semakin membaik dan tak ada yang memburuk"
"apa yang kau ceritakan bersama desi"
"tak ada hanya soal kemerdekaan"
"bagaimana kalo kita putus dua-duanya, maksudnya kamu juga dengan iin"
"tak ada alasan yang jelas ade, justru itu blunder, karena ketika ada momen kita mengambil sebuah keputusan?"
dalam pikiranku, ade menginginkan konfliknya adalah juga konflikku, sayangnya aku juga melihat kebenaran, bahwa malaikat kecilku adalah soal lain?, kami tak pernah memutuskan sebuah konsensus bahwa ada hal yang seperti dipikirkan olehmu ade? ini soal kedewasaan, bukan soal kekanakan?, apakah wajar karena kalian berkonflik lalu aku dan malaikat kecilku harus juga berkonflik agar dikatakan setia kawan, apakah kalau kau mati kawan, aku juga harus mati?, apakah kemerdekaanmu adalah milikku? ataukah kemerdekaanku adalah milikmu? kita merdeka atas diri kita masing-masing dan kemerdekaanku adalah aku memilih MALAIKAT KECILKU
Wednesday, May 17, 2006
semuanya makin jelas,.........
aku memang sendiri,.......
beberapa orang meminta aku bertanggung jawab,.....
semuanya tak tahu aku tak punya semangat lagi,aku tak punya apapun didiriku, kecuali kekecewaan,........
aku telah memutuskan aku akan berada disini, didalam sebuah realitas baru,... karena dunia yang sesungguhnya sangat egois,......
dalam keharibaan ini aku sendiri,.... jalan-jalan yang kulewati tak meninggalkan tapak kaki, hembusan angin telah mengeringkan bola mataku, sehingga aku tak bisa meringis, kepalaku ditempa terik mentari sehingga tak kuasa berpikir, badanku telah dimakan oleh semua yang kupikirkan, tempatku sekarang adalah dipersimpangan,......
aku mencintai kalian semua karibku dan malaikat kecilku,........
aku memang paham kalian tak bisa bersamaku sekarang,.....kalau aku nanti tak bisa lagi berbahagia seperti kalian, janganlah kau tanyakan mengapa, karena aku memang sendiri dan perlahan mati,
dijalanan ini aku duduk dan menunggu kalian datang dijalan ini, tapi kalian tak pernah kunjung datang,....
dan dalam kesendirian ini, serigala-serigala liar telah kubiarkan memakan sebagian tubuhku, karena aku tak mampu lagi berlari untuk menghindarinya, aku menanti kalian menolongku, tapi tanganku telah putus dan dimakannya, suaraku telah hilang karena capek meneriakkan "tolong" tapi kalian tak kunjung datang, dan mungkin sebentar lagi serigala liar itu akan kelaparan lagi, dan ia akan kembali lagi kesini untuk memakanku,
doaku semoga kalian berbahagia karibku, terlebih kau malaikat kecilku,.....
aku mulai tak merasakan perih lagi, karena semua syaraf ditubuhku mulai rusak,...
hanya mataku terus basah, dan memerah,....
sudahlah aku juga sudah mati,....................dalam sendiri
aku memang sendiri,.......
beberapa orang meminta aku bertanggung jawab,.....
semuanya tak tahu aku tak punya semangat lagi,aku tak punya apapun didiriku, kecuali kekecewaan,........
aku telah memutuskan aku akan berada disini, didalam sebuah realitas baru,... karena dunia yang sesungguhnya sangat egois,......
dalam keharibaan ini aku sendiri,.... jalan-jalan yang kulewati tak meninggalkan tapak kaki, hembusan angin telah mengeringkan bola mataku, sehingga aku tak bisa meringis, kepalaku ditempa terik mentari sehingga tak kuasa berpikir, badanku telah dimakan oleh semua yang kupikirkan, tempatku sekarang adalah dipersimpangan,......
aku mencintai kalian semua karibku dan malaikat kecilku,........
aku memang paham kalian tak bisa bersamaku sekarang,.....kalau aku nanti tak bisa lagi berbahagia seperti kalian, janganlah kau tanyakan mengapa, karena aku memang sendiri dan perlahan mati,
dijalanan ini aku duduk dan menunggu kalian datang dijalan ini, tapi kalian tak pernah kunjung datang,....
dan dalam kesendirian ini, serigala-serigala liar telah kubiarkan memakan sebagian tubuhku, karena aku tak mampu lagi berlari untuk menghindarinya, aku menanti kalian menolongku, tapi tanganku telah putus dan dimakannya, suaraku telah hilang karena capek meneriakkan "tolong" tapi kalian tak kunjung datang, dan mungkin sebentar lagi serigala liar itu akan kelaparan lagi, dan ia akan kembali lagi kesini untuk memakanku,
doaku semoga kalian berbahagia karibku, terlebih kau malaikat kecilku,.....
aku mulai tak merasakan perih lagi, karena semua syaraf ditubuhku mulai rusak,...
hanya mataku terus basah, dan memerah,....
sudahlah aku juga sudah mati,....................dalam sendiri
Tuesday, May 16, 2006
Hari ini semakin parah,……
Aku tetap bercanda dengan kawan-kawanku, walaupun semuanya mulai hancur,…. Orang tuaku telah berhasil menghubungiku, dan semuanya sekarang mulai terlihat jelas, aku akan dipindahkan, dalam kisaran kemungkinan 70%, malaikat kecilku juga sedang bertanya-tanya akan perihalku, mengapa aku kelihatan seperti ini,…… ia tak pernah berani untuk memanggilku, bahkan untuk memintaku menceritakan apa yang terjadi,…..
Aku kecewa,….
Dan terakhir kupandangi wajahnya,…..Mungkin yang terakhir,…………………………………………………………………a
Aku tetap bercanda dengan kawan-kawanku, walaupun semuanya mulai hancur,…. Orang tuaku telah berhasil menghubungiku, dan semuanya sekarang mulai terlihat jelas, aku akan dipindahkan, dalam kisaran kemungkinan 70%, malaikat kecilku juga sedang bertanya-tanya akan perihalku, mengapa aku kelihatan seperti ini,…… ia tak pernah berani untuk memanggilku, bahkan untuk memintaku menceritakan apa yang terjadi,…..
Aku kecewa,….
Dan terakhir kupandangi wajahnya,…..Mungkin yang terakhir,…………………………………………………………………a
Monday, May 15, 2006
Kita hidup dalam dunia ego,…. Tak ada satu orang pun yang akan peduli dengan diri orang lain, tak ada yang mau berkorban,..
Kepalaku berputar-putar, semua pertanyaan memenuhinya,…semua tanggung jawab melingkupinya,….aku tak tahu ingin menceritakannya dengan siapa,….
Tak ada yang akan mendengarkan,…..
Tak ada yang akan memperhatikan,….
Kecuali satu hal,…satu pertanyaan,….”ada apa denganmu hari ini, kawan, mengapa senyummu memudar,….mengapa wajahmu, berang,….”
Aku benci dengan semua kepalsuan ini,….aku benci dengan ketidaktahuan,…..apakah aku harus tersenyum setiap hari untukmu kawanku,…agar aku kelihatan damai dan semuanya damai, bukankah itu palsu???????
Tidakkah juga malaikat kecilku tiada pernah tahu tentang semua ini, mungkin dia hanya bertanya tentang perihal sikapku,……hal yang tampak dari luar,….sangat insidental,…..,
Aku akan tetap tersenyum dengan dingin,….karena didalam diriku sedang bergejolak, semuanya sedang tidak tenang, semuanya perlahan hancur,….aku sakit,….aku sebentar lagi mati,…..dan semua orang termasuk malaikat kecilku, hanya kan menganggap, “dia memang mati karena ada yang membuatnya sakit, dia memang sudah lama sakit, dan memang pantas untuk mati,…” tapi bukan itu,bukan……., aku aneh,…
Aku mungkin banyak menyimpan masalah,….dan semua itu yang membunuhku, termasuk membubuhi racun dalam senyumanku, dalam tatapan mataku,….aku tak tahu akan membaginya dengan siapa,…..karena tak ada didunia ini yang akan mendengarnya,…karena mereka semua juga punya masalah yang sama, bahkan mungkin agak parah,….biarlah….semuanya mati dalam Tanya??? Dan semua yang didunia ego,…. Tak ada yang bersedia, untuk menemaniku,
Disini sepi, sangat sepi, aku berhenti meringis,………………..
Kepalaku berputar-putar, semua pertanyaan memenuhinya,…semua tanggung jawab melingkupinya,….aku tak tahu ingin menceritakannya dengan siapa,….
Tak ada yang akan mendengarkan,…..
Tak ada yang akan memperhatikan,….
Kecuali satu hal,…satu pertanyaan,….”ada apa denganmu hari ini, kawan, mengapa senyummu memudar,….mengapa wajahmu, berang,….”
Aku benci dengan semua kepalsuan ini,….aku benci dengan ketidaktahuan,…..apakah aku harus tersenyum setiap hari untukmu kawanku,…agar aku kelihatan damai dan semuanya damai, bukankah itu palsu???????
Tidakkah juga malaikat kecilku tiada pernah tahu tentang semua ini, mungkin dia hanya bertanya tentang perihal sikapku,……hal yang tampak dari luar,….sangat insidental,…..,
Aku akan tetap tersenyum dengan dingin,….karena didalam diriku sedang bergejolak, semuanya sedang tidak tenang, semuanya perlahan hancur,….aku sakit,….aku sebentar lagi mati,…..dan semua orang termasuk malaikat kecilku, hanya kan menganggap, “dia memang mati karena ada yang membuatnya sakit, dia memang sudah lama sakit, dan memang pantas untuk mati,…” tapi bukan itu,bukan……., aku aneh,…
Aku mungkin banyak menyimpan masalah,….dan semua itu yang membunuhku, termasuk membubuhi racun dalam senyumanku, dalam tatapan mataku,….aku tak tahu akan membaginya dengan siapa,…..karena tak ada didunia ini yang akan mendengarnya,…karena mereka semua juga punya masalah yang sama, bahkan mungkin agak parah,….biarlah….semuanya mati dalam Tanya??? Dan semua yang didunia ego,…. Tak ada yang bersedia, untuk menemaniku,
Disini sepi, sangat sepi, aku berhenti meringis,………………..
Sunday, May 14, 2006
aku memang hidup dalam kerajaan harapan ayahku, harapan agar aku cepat menuntaskan studiku?, aku paham semua hal yang diinginkan itu memang masuk akal, semuanya memang wajar, semuanya boleh, bahkan sampai mengorbankan keinginan dalam diriku itupun wajar. kabar itu tidak kudengar langsung dari ayahku, tapi salah seorang keluargaku mengatakan sesuatu tentang keinginan orang tuaku, AKU AKAN DIPINDAHKAN, tentu saja dipindahkan disebuah institusi yang lebih mudah menurutnya untuk "dikontrol", aku akan pindah, akan pergi, dan tak ada yang mengerti, tak ada yang memahami, aku akan pergi..........tidak juga kau malaikat kecilku,
semuanya memang akan pergi,......
dan mungkin tak akan kembali,...................
semuanya akan berakhir disini,......
dalam sebuah kerajaan harapan,......
semuanya memang akan pergi,......
dan mungkin tak akan kembali,...................
semuanya akan berakhir disini,......
dalam sebuah kerajaan harapan,......
Wednesday, April 26, 2006
aku mulai mendapatkan aktivitas baru, yaitu bermain dengan sebuah realitas baru, walaupun itu memang semu, tetapi sedikit mengasikkan
berada di dunia virtual yang sedikit berbeda dengan dunia nyata ini yang begitu banyak menguras perhatian dan tindakan,....
aku akan seperti anak kecil yang ketika lelah akan kembali kepangkuanmu, malaikat kecilku, dan dipangkuanmu itulah aku tak akan pernah bosan,.....
untuk bermain, bermanja, tertawa, atau bahkan berbagi kesedihan yang tak mampu kutanggung dalam lautan emosiku,....
mudah-mudahan kau tak pernah bosan mengeja cintaku
berada di dunia virtual yang sedikit berbeda dengan dunia nyata ini yang begitu banyak menguras perhatian dan tindakan,....
aku akan seperti anak kecil yang ketika lelah akan kembali kepangkuanmu, malaikat kecilku, dan dipangkuanmu itulah aku tak akan pernah bosan,.....
untuk bermain, bermanja, tertawa, atau bahkan berbagi kesedihan yang tak mampu kutanggung dalam lautan emosiku,....
mudah-mudahan kau tak pernah bosan mengeja cintaku
Saturday, April 22, 2006
aku memang sedikit egois dengan membiarkanmu terus bertanya-tanya mengenai perihalku yang sebenarnya, tetapi apakah yang akan kusembunyikan darimu, malaikat kecilku selain perasaanku padamu, yang mungkin akan sangat sulit untuk kujelaskan bahkan untuk menuliskannya
tetapi apakah yang akan lebih kelihatan egois jika aku secara sadar ataupun tidak sadar menuntutmu untuk menjalani sebagian kisah hidupku yang aneh ini,....
akan sangat egois jikalau itu terjadi, dimana duniamu kau tinggalkan dan masuk keduniaku, yang sama sekali sangat asing, dunia tanpa harapan, tanpa arah yang pasti,
dan kalau suatu hari nanti kau berada diduniaku yang aneh, jangan memintaku untuk mengajakmu bertamasya, karena aku sendiri tak memahami seluruh hamparan dunia itu, mungkin kau akan sedikit bahagia karena walaupun akan tersesat,... karena kau masih bersamaku,....
tetapi aku tak bisa selamanya melindungimu,.... mungkin suatu saat aku juga akan mati, dan bila itu terjadi,... aku hanya bisa menatapmu dari atas sana,
dalam kesendirian yang nyata,........
tetapi apakah yang akan lebih kelihatan egois jika aku secara sadar ataupun tidak sadar menuntutmu untuk menjalani sebagian kisah hidupku yang aneh ini,....
akan sangat egois jikalau itu terjadi, dimana duniamu kau tinggalkan dan masuk keduniaku, yang sama sekali sangat asing, dunia tanpa harapan, tanpa arah yang pasti,
dan kalau suatu hari nanti kau berada diduniaku yang aneh, jangan memintaku untuk mengajakmu bertamasya, karena aku sendiri tak memahami seluruh hamparan dunia itu, mungkin kau akan sedikit bahagia karena walaupun akan tersesat,... karena kau masih bersamaku,....
tetapi aku tak bisa selamanya melindungimu,.... mungkin suatu saat aku juga akan mati, dan bila itu terjadi,... aku hanya bisa menatapmu dari atas sana,
dalam kesendirian yang nyata,........
Monday, April 17, 2006
aku bukan penyeru untuk semua anak adam yang kini mulai membosankan untuk dihormati, semuanya kata "mereka" adalah lelaki buaya,......mungkin mereka semua memang ada yang buaya, bahkan sangat buas melebihi buaya yang sesungguhnyatapi, apakah aku harus jadi penyeru bahwa mereka semua tidak seperti itu, sedangkan nasibku sendiri sedang terkatung-katung dalam benak malaikat kecilku, yang terus memikirkan apakah aku juga buaya seperti anak adam lainnya yang memang buaya????, aku sendiri sedang meronta0ronta meminta tolong untuk dapat keluar dari penjara bangunan "mereka" tentangmu anak adam yang buaya!!!!, aku sedang kesakitan karena ditatapi sinis oleh anakmu hawa, apakah sebagai seorang ibu kau sama sekali tak pernah menjelaskan bahwa semua anak-anak adam adalah bukan buaya?, melainkan mereka sangat tertarik oleh tipu daya pesonamu yang kau turunkan kepada anak-anakmu, kaum hawa,
kami kaum adam tiada bersalah, karena tertarik, bukankah seandainya jika kaummu, hawa tiada mempergunakan pesona, mungkin saja tidak ada yang kelihatan kacau didunia ini,
jangan salahkan kami kaum hawa,
karena kaummu-lah yang pertama memulai pertarungan ini,..
pertarungan menarik dan tertarik,.......
kami kaum adam tiada bersalah, karena tertarik, bukankah seandainya jika kaummu, hawa tiada mempergunakan pesona, mungkin saja tidak ada yang kelihatan kacau didunia ini,
jangan salahkan kami kaum hawa,
karena kaummu-lah yang pertama memulai pertarungan ini,..
pertarungan menarik dan tertarik,.......
Tuesday, April 11, 2006
diam,
semua yang benci,
tertawalah,
semua yang bahagia,
aku menangis
mungkin juga meringis
karena kebahagian
mulai semu
dan kalian semua manusia
hanya bisa menuntutku
tersenyum setiap saat
agar semuanya kelihatan damai
dan akhirnya semua yang semu
mulai kehilangan bentuknya
dan sebentar lagi tak ada
yang namanya kebahagiaan
maka menangislah kalian semua, manusia
karena yang tersisa
hanyalah AIRMATA
semua yang benci,
tertawalah,
semua yang bahagia,
aku menangis
mungkin juga meringis
karena kebahagian
mulai semu
dan kalian semua manusia
hanya bisa menuntutku
tersenyum setiap saat
agar semuanya kelihatan damai
dan akhirnya semua yang semu
mulai kehilangan bentuknya
dan sebentar lagi tak ada
yang namanya kebahagiaan
maka menangislah kalian semua, manusia
karena yang tersisa
hanyalah AIRMATA
Wednesday, April 05, 2006
aku melupakan banyak hal dalam kehidupan ini, termasuk mengatakan sesuatu yang sangat penting kepada semua orang bahwa aku mencintaimu malaikat kecilku, tapi mungkin kamu tak begitu, aku tahu kamu tak mengenal cinta, bahkan membencinya, dan aku tak tahu mengapa?
mungkin karena dirimu takut dengan tanggung jawab orang-orang yang memuja cinta, atau kamu takut akan diperbudak cinta, yang harus selalu rindu, dan membahagiakan, ataukah kamu sendiri belum pernah merasakannya????
aku tak tahu pasti, yang kutahu
kamu mungkin tahu,
tentang perasaanku
mungkin karena dirimu takut dengan tanggung jawab orang-orang yang memuja cinta, atau kamu takut akan diperbudak cinta, yang harus selalu rindu, dan membahagiakan, ataukah kamu sendiri belum pernah merasakannya????
aku tak tahu pasti, yang kutahu
kamu mungkin tahu,
tentang perasaanku
Wednesday, March 29, 2006
Apa yang membuat manusia selalu saja tak ingin kepuasan, aku sendiri tak tahu, selain aku sangat menginginkanmu sekarang berada disini didekatku, melihatmu tersenyum, melihatmu bertanya, mengangguk ragu, menggumam "nda ji", membelai kepalaku, mengapa aku menginginkanmu
padahal aku tahu, kamu adalah milikku sekarang, tapi mungkin tidak besok, aku seperti tak akan menemuimu lagi, aku takut pada diriku sendiri, yang mungkin akan kau tinggalkan,..........
aku bukan ragu,
tapi aku percaya kau akan pergi,........jauh,......dan mungkin tak kembali,......
disini,......
padahal aku tahu, kamu adalah milikku sekarang, tapi mungkin tidak besok, aku seperti tak akan menemuimu lagi, aku takut pada diriku sendiri, yang mungkin akan kau tinggalkan,..........
aku bukan ragu,
tapi aku percaya kau akan pergi,........jauh,......dan mungkin tak kembali,......
disini,......
Saturday, March 25, 2006
hari ini aku merasa kosong, seperti biasanya, perasaanku kosong tak ada yang kurasakan
semuanya menjadi kelabu, semuanya,....termasuk dirimu malaikat kecilku, aku tak merasakan kehadiranmu, disini, didalam hatiku, engkau seperti bayangan yang kabur, begitu kabur hingga aku tak mengenalimu,....
mengapa aku begini,....
mungkin aku butuh kau tampar dengan realitas,
tamparlah, dan bangunkan aku,....karena aku sedang tidak sadar,.....
MELUPAKANMU.................
semuanya menjadi kelabu, semuanya,....termasuk dirimu malaikat kecilku, aku tak merasakan kehadiranmu, disini, didalam hatiku, engkau seperti bayangan yang kabur, begitu kabur hingga aku tak mengenalimu,....
mengapa aku begini,....
mungkin aku butuh kau tampar dengan realitas,
tamparlah, dan bangunkan aku,....karena aku sedang tidak sadar,.....
MELUPAKANMU.................
Monday, March 20, 2006
hari ini gumpalan tanya memenuhi kepalaku, apakah yang sebenarnya sedang kucari dalam perjalanan ini? aku merindukan kesendirian, aku merindukan ketenangan,tetapi yang kudapatkan adalah semua yang kubenci?????
dalam reda tangisku, aku berdoa, semoga pagi besok lebih cerah dari mentari hari ini.......
dalam reda tangisku, aku berdoa, semoga pagi besok lebih cerah dari mentari hari ini.......
Subscribe to:
Posts (Atom)