hari ini aku baru bangun dari kesadaran akan realitasku sekarang, realitas dimana ternyata selama kepergianku telah banyak tanggung jawab yang belum kutuntaskan, aku pergi cuma sebentar itupun bukan atas kehendakku, tapi memang karena aku sedang sakit, tapi memang sekarang tak ada yang bisa menjadi alasan, walaupun bukan maksudku mencari-cari alasan.
tubuhku memang mungkin tidak terlalu kuat untuk menahan hal-hal yang merusak, masuk kedalam tubuhku dan mulai mengerogoti segala yang kupunya, termasuk bahkan semangat. hari ini pun aku masih merasakan sedikit kesakitan. aku tidak menginginkan malaikat kecilku untuk menghabiskan waktunya percuma untuk menemaniku, padahal masih banyak yang sebenarnya sangat mendesak untuk ia selesaikan, aku memang cuman bisa menjadi beban, ah sudahlah........... aku juga tidak senang memikirkannya,...
perutku masih nyut-nyutan, entah apa yang diinginkan, ia telah banyak menyita segala perhatianku untuk kehidupan sehari-hari yang kujalani,.... padahal perut hadir hanyalah agar kita dapat menikmati rasanya kenyang, karena tidak pas rasanya seorang manusia tanpa rasa kenyang,...lapar,...dan seperti sekarang,..nyut-nyutan,....
entahlah malaikat kecilku, aku sendiri tak paham apa yang sebenarnya sedang terjadi pada diriku ini, aku juga tak mau membebanimu lebih.
dan jendela kamarku masih terbuka, sehingga angin dan nyamuk berseliweran masuk, tanganku hanya menggapai-gapai, tak mampu beranjak untuk menutupnya, perutku makin sakit, aku hanya bisa merayunya dengan tanganku untuk berhenti menyiksaku,.....
tapi aku lupa,
ia hanya perut, dan ia seperti juga orang-orang yang menagih tanggung jawabku, ini itu,
tak mau mendengar alasan dan keluhan,tak terayu
dan bagiku memang kenyang itu menyiksa,...............
Tuesday, May 30, 2006
Wednesday, May 24, 2006
kemarin kawan malaikat kecilku, sedang berkabung, apakah yang menjadi titik persoalannya???? aku juga tak tahu dan tidak mencoba untuk sok tahu???, tetapi kawanku yang menjadi pacarnya juga tak mengerti arti air mata???, bukankah semua ini hanyalah soal terputusnya kejujuran??, apakah kawanku yang bernama "ade" juga pernah jujur untuk mengatakan bahwa ia juga punya yang "lain", lalu apakah ketika "desi" juga punya yang lain maka itu akan dikatakan sebuah pengkhianatan lalu siapakah yang juga mengkhianati dan terkhianati, bukankah kita hanya bermain dengan kepalsuan, sungguh sangat tak disadari?apakah arti sebuah ego ?, apakah ego juga dapat melunturkan kejujuran,...??? ego karena terkhianati, walaupun sebenarnya tak jelas pula siapa yang terkhianati?, saya tak pernah berpikir bahwa ini semua hanyalah ajang saling balas-membalas, lalu apakah sebuah eksistensi itu sangat penting untuk diaktualkan lewat bentuk penindasan???, lewat kemarahan yang dianggap mengaktualkan peran "lelaki berprinsip", lelaki tangguh, tidak tergoyahkan dsb. apakah pentingnya sebuah eksistensi?, orang-orang yang sangat memerlukan eksistensinya untuk diketahui oleh orang lain hanyalah orang-orang yang memang krisis eksistensi?, dia butuh diketahui oleh orang lain tentang kehebatannya,"aku telah membuat si anu menangis, lihatlah aku menang???,"apakah itu yang diinginkan oleh seorang "ade", seorang sosok kader? yang juga kurang paham akan eksistensinya?, ke-ada-annya bukankah sebagai seorang pacar? bukan penindas moral?, satuhal yang kutahu bahwa dalam sebuah strata sosial yang dilingkupi oleh bersatunya dua kelompok, dalam hal ini, aku, ade, ale, dan kelompok desi, iin, reni, naya, jumi, dsb? semuanya saling berkorelasi, aku dan iin, desi dan ade??, ketika konflik menyerang desi dan ade maka apakah saya yang teman ade juga harus terlibat? sedangkan desi adalah teman pacarku, iin, lalu kemanakah aku harus berpihak? pada kebenaran? sedangkan kebenaran sekarang adalah dua sisi mata uang, adalah buah simalakama?, atau haruskah saya egois dan melupakan bahwa tak pernah terjadi sesuatu? haruskah seperti itu? seakan-akan tak bernurani?,
dan sorenya ade berbicara padaku
"bagaimana hubunganmu dengan iin?,lev????"
"seperti biasa, tak ada yang semakin membaik dan tak ada yang memburuk"
"apa yang kau ceritakan bersama desi"
"tak ada hanya soal kemerdekaan"
"bagaimana kalo kita putus dua-duanya, maksudnya kamu juga dengan iin"
"tak ada alasan yang jelas ade, justru itu blunder, karena ketika ada momen kita mengambil sebuah keputusan?"
dalam pikiranku, ade menginginkan konfliknya adalah juga konflikku, sayangnya aku juga melihat kebenaran, bahwa malaikat kecilku adalah soal lain?, kami tak pernah memutuskan sebuah konsensus bahwa ada hal yang seperti dipikirkan olehmu ade? ini soal kedewasaan, bukan soal kekanakan?, apakah wajar karena kalian berkonflik lalu aku dan malaikat kecilku harus juga berkonflik agar dikatakan setia kawan, apakah kalau kau mati kawan, aku juga harus mati?, apakah kemerdekaanmu adalah milikku? ataukah kemerdekaanku adalah milikmu? kita merdeka atas diri kita masing-masing dan kemerdekaanku adalah aku memilih MALAIKAT KECILKU
dan sorenya ade berbicara padaku
"bagaimana hubunganmu dengan iin?,lev????"
"seperti biasa, tak ada yang semakin membaik dan tak ada yang memburuk"
"apa yang kau ceritakan bersama desi"
"tak ada hanya soal kemerdekaan"
"bagaimana kalo kita putus dua-duanya, maksudnya kamu juga dengan iin"
"tak ada alasan yang jelas ade, justru itu blunder, karena ketika ada momen kita mengambil sebuah keputusan?"
dalam pikiranku, ade menginginkan konfliknya adalah juga konflikku, sayangnya aku juga melihat kebenaran, bahwa malaikat kecilku adalah soal lain?, kami tak pernah memutuskan sebuah konsensus bahwa ada hal yang seperti dipikirkan olehmu ade? ini soal kedewasaan, bukan soal kekanakan?, apakah wajar karena kalian berkonflik lalu aku dan malaikat kecilku harus juga berkonflik agar dikatakan setia kawan, apakah kalau kau mati kawan, aku juga harus mati?, apakah kemerdekaanmu adalah milikku? ataukah kemerdekaanku adalah milikmu? kita merdeka atas diri kita masing-masing dan kemerdekaanku adalah aku memilih MALAIKAT KECILKU
Wednesday, May 17, 2006
semuanya makin jelas,.........
aku memang sendiri,.......
beberapa orang meminta aku bertanggung jawab,.....
semuanya tak tahu aku tak punya semangat lagi,aku tak punya apapun didiriku, kecuali kekecewaan,........
aku telah memutuskan aku akan berada disini, didalam sebuah realitas baru,... karena dunia yang sesungguhnya sangat egois,......
dalam keharibaan ini aku sendiri,.... jalan-jalan yang kulewati tak meninggalkan tapak kaki, hembusan angin telah mengeringkan bola mataku, sehingga aku tak bisa meringis, kepalaku ditempa terik mentari sehingga tak kuasa berpikir, badanku telah dimakan oleh semua yang kupikirkan, tempatku sekarang adalah dipersimpangan,......
aku mencintai kalian semua karibku dan malaikat kecilku,........
aku memang paham kalian tak bisa bersamaku sekarang,.....kalau aku nanti tak bisa lagi berbahagia seperti kalian, janganlah kau tanyakan mengapa, karena aku memang sendiri dan perlahan mati,
dijalanan ini aku duduk dan menunggu kalian datang dijalan ini, tapi kalian tak pernah kunjung datang,....
dan dalam kesendirian ini, serigala-serigala liar telah kubiarkan memakan sebagian tubuhku, karena aku tak mampu lagi berlari untuk menghindarinya, aku menanti kalian menolongku, tapi tanganku telah putus dan dimakannya, suaraku telah hilang karena capek meneriakkan "tolong" tapi kalian tak kunjung datang, dan mungkin sebentar lagi serigala liar itu akan kelaparan lagi, dan ia akan kembali lagi kesini untuk memakanku,
doaku semoga kalian berbahagia karibku, terlebih kau malaikat kecilku,.....
aku mulai tak merasakan perih lagi, karena semua syaraf ditubuhku mulai rusak,...
hanya mataku terus basah, dan memerah,....
sudahlah aku juga sudah mati,....................dalam sendiri
aku memang sendiri,.......
beberapa orang meminta aku bertanggung jawab,.....
semuanya tak tahu aku tak punya semangat lagi,aku tak punya apapun didiriku, kecuali kekecewaan,........
aku telah memutuskan aku akan berada disini, didalam sebuah realitas baru,... karena dunia yang sesungguhnya sangat egois,......
dalam keharibaan ini aku sendiri,.... jalan-jalan yang kulewati tak meninggalkan tapak kaki, hembusan angin telah mengeringkan bola mataku, sehingga aku tak bisa meringis, kepalaku ditempa terik mentari sehingga tak kuasa berpikir, badanku telah dimakan oleh semua yang kupikirkan, tempatku sekarang adalah dipersimpangan,......
aku mencintai kalian semua karibku dan malaikat kecilku,........
aku memang paham kalian tak bisa bersamaku sekarang,.....kalau aku nanti tak bisa lagi berbahagia seperti kalian, janganlah kau tanyakan mengapa, karena aku memang sendiri dan perlahan mati,
dijalanan ini aku duduk dan menunggu kalian datang dijalan ini, tapi kalian tak pernah kunjung datang,....
dan dalam kesendirian ini, serigala-serigala liar telah kubiarkan memakan sebagian tubuhku, karena aku tak mampu lagi berlari untuk menghindarinya, aku menanti kalian menolongku, tapi tanganku telah putus dan dimakannya, suaraku telah hilang karena capek meneriakkan "tolong" tapi kalian tak kunjung datang, dan mungkin sebentar lagi serigala liar itu akan kelaparan lagi, dan ia akan kembali lagi kesini untuk memakanku,
doaku semoga kalian berbahagia karibku, terlebih kau malaikat kecilku,.....
aku mulai tak merasakan perih lagi, karena semua syaraf ditubuhku mulai rusak,...
hanya mataku terus basah, dan memerah,....
sudahlah aku juga sudah mati,....................dalam sendiri
Tuesday, May 16, 2006
Hari ini semakin parah,……
Aku tetap bercanda dengan kawan-kawanku, walaupun semuanya mulai hancur,…. Orang tuaku telah berhasil menghubungiku, dan semuanya sekarang mulai terlihat jelas, aku akan dipindahkan, dalam kisaran kemungkinan 70%, malaikat kecilku juga sedang bertanya-tanya akan perihalku, mengapa aku kelihatan seperti ini,…… ia tak pernah berani untuk memanggilku, bahkan untuk memintaku menceritakan apa yang terjadi,…..
Aku kecewa,….
Dan terakhir kupandangi wajahnya,…..Mungkin yang terakhir,…………………………………………………………………a
Aku tetap bercanda dengan kawan-kawanku, walaupun semuanya mulai hancur,…. Orang tuaku telah berhasil menghubungiku, dan semuanya sekarang mulai terlihat jelas, aku akan dipindahkan, dalam kisaran kemungkinan 70%, malaikat kecilku juga sedang bertanya-tanya akan perihalku, mengapa aku kelihatan seperti ini,…… ia tak pernah berani untuk memanggilku, bahkan untuk memintaku menceritakan apa yang terjadi,…..
Aku kecewa,….
Dan terakhir kupandangi wajahnya,…..Mungkin yang terakhir,…………………………………………………………………a
Monday, May 15, 2006
Kita hidup dalam dunia ego,…. Tak ada satu orang pun yang akan peduli dengan diri orang lain, tak ada yang mau berkorban,..
Kepalaku berputar-putar, semua pertanyaan memenuhinya,…semua tanggung jawab melingkupinya,….aku tak tahu ingin menceritakannya dengan siapa,….
Tak ada yang akan mendengarkan,…..
Tak ada yang akan memperhatikan,….
Kecuali satu hal,…satu pertanyaan,….”ada apa denganmu hari ini, kawan, mengapa senyummu memudar,….mengapa wajahmu, berang,….”
Aku benci dengan semua kepalsuan ini,….aku benci dengan ketidaktahuan,…..apakah aku harus tersenyum setiap hari untukmu kawanku,…agar aku kelihatan damai dan semuanya damai, bukankah itu palsu???????
Tidakkah juga malaikat kecilku tiada pernah tahu tentang semua ini, mungkin dia hanya bertanya tentang perihal sikapku,……hal yang tampak dari luar,….sangat insidental,…..,
Aku akan tetap tersenyum dengan dingin,….karena didalam diriku sedang bergejolak, semuanya sedang tidak tenang, semuanya perlahan hancur,….aku sakit,….aku sebentar lagi mati,…..dan semua orang termasuk malaikat kecilku, hanya kan menganggap, “dia memang mati karena ada yang membuatnya sakit, dia memang sudah lama sakit, dan memang pantas untuk mati,…” tapi bukan itu,bukan……., aku aneh,…
Aku mungkin banyak menyimpan masalah,….dan semua itu yang membunuhku, termasuk membubuhi racun dalam senyumanku, dalam tatapan mataku,….aku tak tahu akan membaginya dengan siapa,…..karena tak ada didunia ini yang akan mendengarnya,…karena mereka semua juga punya masalah yang sama, bahkan mungkin agak parah,….biarlah….semuanya mati dalam Tanya??? Dan semua yang didunia ego,…. Tak ada yang bersedia, untuk menemaniku,
Disini sepi, sangat sepi, aku berhenti meringis,………………..
Kepalaku berputar-putar, semua pertanyaan memenuhinya,…semua tanggung jawab melingkupinya,….aku tak tahu ingin menceritakannya dengan siapa,….
Tak ada yang akan mendengarkan,…..
Tak ada yang akan memperhatikan,….
Kecuali satu hal,…satu pertanyaan,….”ada apa denganmu hari ini, kawan, mengapa senyummu memudar,….mengapa wajahmu, berang,….”
Aku benci dengan semua kepalsuan ini,….aku benci dengan ketidaktahuan,…..apakah aku harus tersenyum setiap hari untukmu kawanku,…agar aku kelihatan damai dan semuanya damai, bukankah itu palsu???????
Tidakkah juga malaikat kecilku tiada pernah tahu tentang semua ini, mungkin dia hanya bertanya tentang perihal sikapku,……hal yang tampak dari luar,….sangat insidental,…..,
Aku akan tetap tersenyum dengan dingin,….karena didalam diriku sedang bergejolak, semuanya sedang tidak tenang, semuanya perlahan hancur,….aku sakit,….aku sebentar lagi mati,…..dan semua orang termasuk malaikat kecilku, hanya kan menganggap, “dia memang mati karena ada yang membuatnya sakit, dia memang sudah lama sakit, dan memang pantas untuk mati,…” tapi bukan itu,bukan……., aku aneh,…
Aku mungkin banyak menyimpan masalah,….dan semua itu yang membunuhku, termasuk membubuhi racun dalam senyumanku, dalam tatapan mataku,….aku tak tahu akan membaginya dengan siapa,…..karena tak ada didunia ini yang akan mendengarnya,…karena mereka semua juga punya masalah yang sama, bahkan mungkin agak parah,….biarlah….semuanya mati dalam Tanya??? Dan semua yang didunia ego,…. Tak ada yang bersedia, untuk menemaniku,
Disini sepi, sangat sepi, aku berhenti meringis,………………..
Sunday, May 14, 2006
aku memang hidup dalam kerajaan harapan ayahku, harapan agar aku cepat menuntaskan studiku?, aku paham semua hal yang diinginkan itu memang masuk akal, semuanya memang wajar, semuanya boleh, bahkan sampai mengorbankan keinginan dalam diriku itupun wajar. kabar itu tidak kudengar langsung dari ayahku, tapi salah seorang keluargaku mengatakan sesuatu tentang keinginan orang tuaku, AKU AKAN DIPINDAHKAN, tentu saja dipindahkan disebuah institusi yang lebih mudah menurutnya untuk "dikontrol", aku akan pindah, akan pergi, dan tak ada yang mengerti, tak ada yang memahami, aku akan pergi..........tidak juga kau malaikat kecilku,
semuanya memang akan pergi,......
dan mungkin tak akan kembali,...................
semuanya akan berakhir disini,......
dalam sebuah kerajaan harapan,......
semuanya memang akan pergi,......
dan mungkin tak akan kembali,...................
semuanya akan berakhir disini,......
dalam sebuah kerajaan harapan,......
Subscribe to:
Posts (Atom)