Saturday, September 20, 2008

ada beberapa kata untuk seorang yang melankolik, dan diantaranya adalah keinskonsistensiannya, hal ini karena melankolik adalah suatu rupa yang berwarna padu antara tegas, realitas dan perlawanan tersembunyi, melankolik bukan selalu berupa rayuan, senduan tapi akhir-akhir ini ia sudah menjelma menjadi kritik, tetapi kritik harus lebih keras dari apa yang tertulis ataupun terdengar, sementara melankolik tidak sekeras apa yang tertulis,ia lebih dalam menyayat, menggambarkan sebuah realitas dalam pigura melankolik akan lebih mendekatkan pada sebuah penghayatan, penghayatan yang akan memanggil kemanusian yang jauh bersembunyi di dalam diri. terkadang realitas yang tergambarkan secara melankolik tidak kita terima sebagai sebuah realitas, tapi terkadang ia kita perolokkan sebagai sesuatu yang banci,sesuatu yang tidak realistik,kata-kata manis tanpa arti. bukankah lidah yang tajam juga akan berasa manis ketika kita menginjaknya dengan penghukuman. sudah berapa "lidah yang tajam" dinegeri ini yang terkelupas dan terkubur di negeri entah berantah, sejarah sudah begitu muak menghadapi matinya "silidah tajam". namun dalam era yang baru dan bau kencur ini, kebebasan sudah seperti pelacur dengan lalat rakus. era melankolis sudah dimulai, karena cerita-cerita yang bisa diumbar hari ini adalah hanya kenangan-kenangan dari masa lalu, iwan fals saja sudah menulis lirik-lirik lagu romantis, bahkan soe hoek gie juga bercumbu dengan mesra dalam filmnya, dan gambar-gambar che juga jadi papan kafe, atau gambar sablon picisan di baju distro yang dipake kencan dan akhirnya harus berlumuran mani karena coitus interuptus sex bebas, dan apakah che juga mau mukanya diciprati sperma. hah, begitu melankoliknya orang di zaman ini. tidak ada lagi perjuangan karena perjuangan sekarang adalah tidur berselimut bersama kekasih dan mendengarkan lagu afgan yang menjadi the best artist MTV. sudah lah aku juga tidak ingin menjadi "lidah tajam", yang bisa saja diracun dalam penerbangan oleh pilot, dan lebih penting karena lidah tajam juga manusia yang punya sisi melankolik. inilah era kritik yang melankolik, sehingga tidak dapat terdengar keangkasa, bahkan demo pun tak laik seperti drama bencong yang memukul dengan tangan "ahhh, mas koruptor kok gitu sehh...benci dehhhh.". hahahahahaha

No comments: